Berawal dari keinginan membuat sebuah server yang berfungsi sebagai Data Center di sekolah, kami mencoba salah satu komputer yang digunakan sebagai Server pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2016 untuk digunakan sebagai server. Memang SMK Negeri 1 Panyabungan tahun ini sebagai SMK Negeri satu-satunya di Mandailing Natal yang menyelenggarakan UNBK memiliki 4 PC Server Rakitan dengan Prosesor Core i5 dan RAM DDR3 8 Gb dan kemudian lagi mendapat bantuan komputer server 2 unit lagi dari Ditpsmk merk Acer Veriton M6440 dengan prosesor Intel Core i5, RAM 8 Gb dan HD 1 TB.

Komputer yang kami buat menjadi server data bukanlah komputer-komputer wah tersebut apalagi sekelas komputer server tower ataupun build up merk IBM atau HP, melainkan sebuah komputer merk Gear yang pada UNBK lalu difungsikan sebagai server cadangan. Komputer ini memiliki Motherboard MSI H61 (sebelumnya rusak, setelah dicuci alhamdulillah hidup kembali), prosesor Intel Core i3 -3220 3.30 GHz (4 core), Chipset Xeon E3-1200 v2/3rd, 500 Gb HD, 4 Gb RAM DDR3, DVD-RW Drive dan Onboard LAN Gigabit Ethernet.

Pada uji coba pertama, RAM server ini adalah 6 Gb (4+2) tetapi kemudian karena slot RAM server bermasalah yang digunakan jadinya hanya 1 keping RAM 4 Gb. Server di install dengan sistem operasi terbaru Ubuntu Server 16.04 LTS 64 bit. Server dicoba hidup 48 jam nonstop dengan pendingin 2 fan cooler pada casing dan kipas angin, dan ketika dicek suhu pada prosesor dan system boleh dikatakan sangat stabil (37-42 derajat Celcius). Setelah server diyakini siap, proses download beberapa data dan aplikasi dari internet mulai dilakukan.

Prioritas pertama tentu saja adalah data aplikasi/software. Mulai dari aplikasi Android, Windows, Linux, Mac Os dan aplikasi lainnya. Proses download dilakukan dengan system remote, jadi bisa dilakukan dari mana saja. Banyaknya data yang terdownload tentu saja menyebabkan free space hardisk setiap hari berkurang. Pada 26 Mei 2016 saja kapasitas hardisk yang terpakai hampir 300 Gb, sedangkan hardisk terbatas 500 Gb. Tentu saja kalau terus dilakukan proses download data, hardisk akan full dan sistem server bisa hang dan bermasalah sedangkan jika download data dihentikan tentu masih banyak aplikasi yang dibutuhkan khususnya dalam pembelajaran dan praktikum siswa/guru di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan maupun Multimedia yang belum sepenuhnya terlengkapi. Jangan heran, untuk aplikasi Editing Video saja dengan menggunakan Pinnacle Studio 19 besarnya hampir 4 Gb dan Windows All in One 11 Gb.

Kebetulan admin menemukan hardisk yang diambil dari PC yang sudah rusak di gudang Pusat Komputer bermerk Seagate 320 Gb. Setelah pemasangan hardisk di server dan setting LVM, hardisk server Data Center SMK Negeri 1 Panyabungan sekarang sebesar 820 Gb. Suatu saat mudah-mudahan bisa dilakukan penambahan kapasitas hardisk server lagi sehingga mempunyai kapasitas minimal 2 Tb. Untuk kecepatan download dan upload maksimal silahkan berkunjung ke Pusat Komputer SMK Negeri 1 Panyabungan dengan kecepatan download up to 1 Gbps.

Update: Per 26 September 2016, media penyimpanan pada server kami sudah ditambah dengan hardisk 2 Terabyte dan HD Seagate yang 320 Gb dilepas, sehingga total media penyimpanan data center kami adalah 500 Gb + 2 Tb.

Update Agustus 2020: Dengan diterimanya 4 unit server Asus dengan RAM 32 GB, SSD 120 dan HD 2 TB dan OS Windows Server 2019 maka kedepan layanan server SMKN 1 Panyabungan insyaAllah akan lebih baik.

Leave a comment